Home
 

Teori Warna

WARNA ADALAH :

Berdasarkan ilmu fisika:
-gelombang elektro magnetik cahaya

Dalam seni rupa:
warna pantulan tertentu dari cahaya –> pigmen

Dalam desain:
warna adalah unsur desain yang sangat penting, dan memiliki arti psikologis.

Proses terjadinya warna:
cahaya dan mata adalah 2 unsur penting untuk menikmati warna

Sensasi warna:
sensasi warna berhubungan dengan indera pengelihatan yaitu mata karena sifatnya visual.
cahaya merangsang retina mata yang menyebabkan sensasi warna.

Jadi bagaimana warna dapat terlihat???
ketika cahaya mengenai suatu objek,maka sebagaian spektrum dengan panjang gelombang tertentu akan diserap oleh objek dan sebagian lain akan dipantulkan.
saat mata menangkap spektrum cahaya yang terpantul dari objek, maka retina mata akan mengidentifikasikan warna tersebut untuk otak.
warna pada objek yang terlihat adalah spektrum cahaya yang terpantul ke mata kita.

Sir Issac Newton

- ahli fisika yang mengemukakan teori pencahyaan fotografi :pemisahan warna dan dikenal sebagai teori spektrum warna.

- intinya: cahaya terdiri dari panjang gelombang dan perpaduan dari warna-warna cahaya menghasilkan warna putih.

- pembuktiaannya dengan menggunakan prisma, cahaya putih melewati prisma menghasilkan 7 warna (merah,jingga,kuning,hijau,biru,nila dan ungu)

Thomas Young (1801)

- ahli fisika yang menyimpulkan kalau mata manusia punya 3 alat penerima warna,shg bisa melihat berbagai warna.

- letaknya di belakang retina mata dan sensitif terhadap warna merah,hijau dan biru.

- teori ini diolah oleh Hemholtz dan dipadukan shg dikenal teori Young-Hemholtz

- intinya : perpaduan warna primer (merah,hijau dan biru) pada retina disalurkan ke otak menimbulkan warna komplementer seperti yang di buktikan oleh Newton.
Clark Maxwell (1855)

- ahli fisika yang menggunakan alat proyeksi cahaya yang berbeda warna dapat membentuk warna baru.

Tahun1660: Sir Issac Newton
percobaan yang dilakukannya dengan prisma kaca membuktikan bahwa sinar putih terdiri dari beberapa warna(spektrum warna).

 - alat proyeksi warna itu (red,green,blue) jika disatukan maka menimbulkan warna putih.

 - warna baru akibat pencampuran warna primer adalah magenta,cyan,yellow (warna sekunder).

 

Warna

dibagi jadi 2 : ADDITIVE & SUBTRACTIVE

 - ADDITIVE : pencampuran warna primer CAHAYA yang akan menghasilkan warna yang lebih terang. (ingat pembuktian Newton)

 - SUBTRACTIVE :pencampuran warna primer pada CAT/pigmen yang hasilnya menjadi lebih gelap.

 

Tahun1660: Sir Issac Newton
percobaan yang dilakukannya dengan prisma kaca membuktikan bahwa sinar putih terdiri dari beberapa warna(spektrum warna).

Tahun1731: J.C. Le Blon
menemukan warna utama yaitu kuning,merah, dan biru sebagai warna utama.

Tahun1790: Hermann Von Helmholzt dan James Clerk Maxwell
mendasarkan warna pada cahaya matahari dan bertumpu pada hukum hukum fisika.

Tahun1810: Johann Wolfgang Von Goethe
penggolongan warna menjadi dua warna utama yaitu kuning (yang berhubungan dengan kecerahan) dan biru (dengan kegelapan).

Tahun1824: Michel Eguene Chevreul
- Direktur utama perusahaan permadani di Prancis ini mengembangankan teori merah kuning biru
- The law of simultaneous contrast of colour(1839) mencetuskan teori harmoni warna pada textile.

Tahun1831: Sir David Brewster
- Teori ini meyederhaka warna yang ada di alam menjadi 4 kelompok warna yaitu primer, sekunder, terseier, dan netral.
- Lingkaran warna Brewster dapat menjelaskan teori kontras warna(komplementer), split komplementer, triad, dan tetrad.

Tahun1879: Ogden Rood
mengembangkan teori ligkaran warnaberdasarkan warna merah hijau biru dan terdapat putih ditengahnya.

tahun1898: Albert H. Munsel
- Ia mulai menggunakan sistemnya pada tahun 1898 dan menerbitkannya dalam a colour notation 1965
- Ia memakai rintisan warna yang dikemukakanoleh ahli fisika berupa lingkaran warna 3 dimensi(hue, value, crhoma)

Tahun1900: Helbert E. Ives
- Mengemmukakan pencampuran warna:
red = magenta+cyan
blue = magenta+turqouise
- Celup dan pigmen menghasilkan lingkaran warna dengan warna primer magenta,cyan,yellow.

tahun1934: Faber Biren
- Ilmuan amerika ini membuat percobaan sendiridengan membuat bagan berdasarkan warna tradisional(merah,kuning,biru).
- Ia membuat lingkaran warna yang pusatnya tidak di tengah karena menurutnya warna panas lebih dominan dari pada warna sejuk.

Referensi:

  1. Prawira, Sulasmi Dharma. 1989.  Warna sebagai Salah Satu Unsur Seni & Desain. DIKTI. Proyek Pengembangan Lembaga Tenaga Kependidikan. Jakarta
  2. Itten, Johannes. The Art of Color. Van Nostrand Reinhold
  3. Halse, Alberto. 1986. The Use of Color in Interior. McGraw Hill Inc
  4. Poore, Jonathan. 1994. Interior Color by Design. Rockport Publisher. Massachusets
  5. Birren, Faber. 1900. Color and Human Response. Van Nostrand Reinhold Co. New York

 

February 7, 2012 This post was written by Categories: materi kuliah 1 comment

One Response to “Teori Warna”


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Top